Banyumas, 9 September 2026 — Kajian rutin bulanan yang diselenggarakan Pengurus Dewan Dakwah Daerah Banyumas pada Rabu (9/9/2026) mengangkat pesan penting tentang peran Al-Qur’an sebagai cahaya dan petunjuk dalam kehidupan manusia.
Kajian yang sekaligus dirangkai dengan rapat koordinasi pengurus tersebut diisi oleh Ustadz Prof. Abdul Rohman. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk memahami kehidupan manusia tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga sebagai perjalanan spiritual menuju Allah SWT.
Ia menjelaskan, manusia diciptakan Allah dalam bentuk yang sempurna dengan berbagai unsur yang saling berkaitan, yakni jasad, akal, hati, dan ruh. Kesempurnaan tersebut menjadi bekal bagi manusia untuk menjalani kehidupan sekaligus mengenal dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Salah satu pokok bahasan yang disampaikan adalah mengenai Nur Allah, yang dimaknai sebagai cahaya hidayah. Cahaya tersebut bukan semata-mata cahaya dalam pengertian fisik, melainkan petunjuk dari Allah yang menerangi hati manusia dalam membedakan kebenaran dan kesesatan.
Menurutnya, hati memiliki peran penting dalam menerima petunjuk. Hati yang terbuka terhadap kebenaran akan lebih mudah menerima hidayah, sementara hati yang membatu dapat membuat seseorang sulit menerima kebenaran dan pada akhirnya tersesat. Hal ini antara lain ditegaskan dalam QS. Az-Zumar ayat 22.
Kajian juga mengajak jamaah melihat kehidupan sebagai sebuah perjalanan spiritual. Manusia dilahirkan, tumbuh, menjadi dewasa, membangun keluarga, menjalani berbagai fase kehidupan, hingga akhirnya kembali kepada Allah SWT.
Dalam perjalanan tersebut, perbedaan fisik antarmanusia, termasuk warna kulit, tidak menjadi ukuran kemuliaan seseorang. Seluruh manusia memiliki asal-usul yang sama, yakni dari Nabi Adam AS. Karena itu, manusia semestinya tidak menjadikan perbedaan lahiriah sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi dibandingkan orang lain.
Pesan utama kajian tersebut adalah pentingnya setiap manusia untuk mencari, menerima, dan menjaga cahaya hidayah Allah. Hidayah bukan hanya perlu dicari, tetapi juga harus dipelihara melalui kehidupan yang berpegang pada Al-Qur’an dan tuntunan Allah SWT.
Melalui kajian rutin tersebut, Pengurus Dewan Dakwah Banyumas diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan para pengurus dan jamaah, tetapi juga mempererat ukhuwah serta memperkuat sinergi dalam menjalankan dakwah dan pembinaan umat.

