Linggasari, Banyumas – Kemampuan mengoperasikan komputer menjadi bagian penting dalam mendukung pekerjaan administrasi Desa di era digital. Namun, kemampuan menggunakan aplikasi perkantoran perlu diiringi dengan pemahaman mengenai cara mengelola dan menjaga keamanan data digital.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam Pelatihan Komputer Dasar Microsoft Office Word dan Keamanan Data Digital yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Universitas Amikom Purwokerto Tahun 2026 di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Balai Desa, diikuti oleh perangkat desa dan petugas pelayanan Desa Linggasari. Pelatihan dirancang untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam mengoptimalkan Microsoft Word sekaligus membangun kesadaran mengenai pentingnya keamanan dalam mengelola berbagai data dan informasi secara digital.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kormades KKL Universitas Amikom Purwokerto, Andikha Prasetyo, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi. Dalam sambutannya, Andikha menyampaikan bahwa kegiatan KKL diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas akademik mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap ilmu yang disampaikan tidak berhenti pada saat pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Kami ingin membantu perangkat Desa agar semakin terampil menggunakan teknologi, khususnya dalam mengelola dokumen dan menjaga keamanan data digital,” ujar Andikha.
Kepala Desa Linggasari, Tuti Irawati, S.Sos. menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan perangkat desa dalam menjalankan aktivitas administrasi dan pelayanan.
“Kami menyambut baik kegiatan pelatihan ini karena sangat sesuai dengan kebutuhan perangkat desa. Penguasaan Microsoft Word dan pemahaman mengenai keamanan data digital sangat penting dalam pekerjaan sehari-hari,” ungkap Kepala Desa Linggasari.
Ia berharap kegiatan KKL Universitas Amikom Purwokerto dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi perangkat desa.
“Kami berharap apa yang dipelajari hari ini bisa langsung diterapkan sehingga pekerjaan administrasi menjadi lebih efektif dan pemanfaatan teknologi dapat dilakukan dengan lebih baik dan aman apalagi dalam era Kecerdasan Buatan saat ini,” tambahnya.
Selanjutnya, Dr. Dhanar Intan Surya Saputra, M.Kom., Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Amikom Purwokerto sekaligus Ketua Program Studi Sistem Informasi, menyampaikan bahwa literasi teknologi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan aplikasi, tetapi juga bagaimana teknologi digunakan secara aman dan bertanggung jawab.

“Kita tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi. Ketika kita mengelola dokumen dan data secara digital, ada tanggung jawab yang harus kita jaga. Karena itu, kemampuan mengoperasikan Microsoft Word perlu berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai keamanan data digital,” jelas Dhanar.
Menurutnya, kebiasaan sederhana dalam menggunakan teknologi dapat menjadi bagian penting dari upaya menjaga keamanan digital.
“Harapannya, pelatihan ini bukan sekadar memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kebiasaan digital yang lebih aman. Dokumen yang baik bukan hanya rapi dan cepat dibuat, tetapi juga harus aman dalam pengelolaannya,” lanjutnya.
Pada sesi Microsoft Word, peserta tidak hanya diperkenalkan pada fungsi dasar pengolahan dokumen, tetapi juga diarahkan untuk memanfaatkan berbagai fitur Word guna mengurangi pekerjaan berulang dan membuat dokumen lebih terstruktur.
Sebagai salah satu narasumber, Ali Nur Ikhsan, M.Kom., Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Amikom Purwokerto, menekankan bahwa Microsoft Word dapat dimanfaatkan lebih jauh untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan administrasi.

“Microsoft Word bukan hanya digunakan untuk mengetik surat atau laporan. Dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada maka pekerjaan administrasi yang dilakukan berulang dapat dibuat lebih cepat, rapi, dan konsisten,” jelas Ali.
Ia juga mengajak peserta untuk mulai mengubah pola kerja dari sekadar membuat dokumen menjadi mengelola dokumen secara lebih terstruktur.
“Yang ingin kita bangun bukan hanya kemampuan menggunakan fitur Word, tetapi bagaimana perangkat desa dapat bekerja lebih efektif dengan memanfaatkan teknologi yang sebenarnya sudah tersedia,” tambahnya.
Selain membahas pengolahan dokumen, Ali juga mengingatkan bahwa penggunaan teknologi perlu disertai dengan kesadaran terhadap keamanan data digital.
“Ketika kita semakin mudah membuat, menyimpan, dan mengirim dokumen secara digital, kita juga harus semakin sadar bagaimana data tersebut dilindungi. Jangan sampai karena ingin bekerja cepat, kita justru mengabaikan keamanan,” ungkap Ali.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti berhati-hati ketika menerima tautan, tidak membagikan OTP, menggunakan password yang kuat, dan melakukan backup data merupakan bagian penting dari budaya kerja digital yang aman.
Pendekatan pelatihan menekankan tiga alur utama, yaitu BUAT – KELOLA – LINDUNGI. Setelah mampu membuat dan mengelola dokumen secara efektif, peserta kemudian diajak memahami bagaimana menjaga data dan informasi yang digunakan dalam aktivitas digital.
Sebagai langkah sederhana untuk menghindari risiko, peserta diperkenalkan dengan prinsip STOP, yaitu Stop, Teliti, Observasi, dan Pastikan sebelum mengklik tautan, membalas pesan, atau membagikan informasi.
Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui simulasi dan studi kasus yang dekat dengan aktivitas administrasi sehari-hari. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai fitur Microsoft Word, tetapi juga diajak memahami pentingnya membangun kebiasaan digital yang aman.
Melalui kegiatan ini, KKL Universitas Amikom Purwokerto berupaya memberikan kontribusi praktis bagi Desa Linggasari melalui peningkatan keterampilan teknologi. Kemampuan mengelola dokumen dengan lebih efektif diharapkan dapat mendukung produktivitas, sementara pemahaman keamanan data digital menjadi bekal untuk menggunakan teknologi secara lebih bijak dan aman.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara perangkat Desa Linggasari, petugas pelayanan, narasumber, dan mahasiswa KKL Universitas Amikom Purwokerto.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari rangkaian KKL Universitas Amikom Purwokerto Tahun 2026, yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan praktis masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Di era digital , bekerja lebih cepat perlu berjalan beriringan dengan bekerja lebih aman.

