Purbalingga – Sebanyak 359 murid baru SMK Negeri 1 Karanganyar Purbalingga mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang berlangsung pada 13–17 Juli 2026. Mengusung tema “MPLS Ramah”, kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter, meningkatkan kesiapsiagaan, serta menumbuhkan budaya hidup sehat dan saling menghargai di kalangan peserta didik baru.
Kepala SMKN 1 Karanganyar, Bina Yunandari, S.P., menegaskan bahwa MPLS tahun ini disusun dengan pendekatan yang lebih humanis dan berpusat pada kebutuhan murid. Berbagai kegiatan edukatif dan interaktif dihadirkan agar peserta didik dapat beradaptasi dengan nyaman sekaligus memahami nilai-nilai karakter yang menjadi budaya sekolah.
Salah satu program unggulan adalah “Aku Anak Indonesia Hebat, Karakter Kuat” dan “Sahabat Hebat: Dengar, Peduli, Hargai”. Melalui kegiatan ini, murid mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya integritas, nilai-nilai Pancasila, serta pencegahan perundungan (bullying). Tidak hanya menerima materi, peserta juga diajak melakukan refleksi dan membangun empati melalui aktivitas saling mendengarkan serta menghargai perbedaan.
Selain penguatan karakter, sekolah juga membekali peserta dengan kemampuan menghadapi situasi darurat melalui program “Membangun Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah”. Dalam kegiatan ini, murid mempelajari teori keselamatan, mengenal jalur evakuasi, hingga mengikuti simulasi tanggap bencana secara langsung. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapan dan ketenangan peserta saat menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekolah.
Suasana MPLS semakin meriah pada hari keempat melalui kegiatan Festival dan Expo Ekstrakurikuler. Berbagai organisasi siswa menampilkan karya, pertunjukan seni, olahraga, hingga inovasi teknologi yang dimiliki sekolah. Kegiatan ini menjadi sarana bagi murid baru untuk mengenal lebih dekat berbagai pilihan ekstrakurikuler sekaligus menemukan wadah pengembangan bakat dan minat mereka.
Tak hanya fokus pada aspek akademik dan karakter, SMKN 1 Karanganyar juga membiasakan pola hidup sehat melalui program Makan Bekal Sehat yang dilaksanakan setiap hari selama MPLS. Melalui kegiatan tersebut, murid diajak untuk membawa makanan bergizi dari rumah dan menikmati waktu makan bersama teman-teman sekelas. Selain menanamkan kesadaran pentingnya gizi seimbang, kegiatan ini juga menjadi momen mempererat kebersamaan antar peserta didik.
Berbagai kesan positif disampaikan oleh para murid baru. Salah satu peserta mengaku sempat merasa khawatir sebelum memasuki dunia SMK, namun suasana ramah yang ditunjukkan guru dan pengurus OSIS membuatnya merasa diterima sejak hari pertama. Peserta lain menilai kegiatan simulasi bencana dan festival ekstrakurikuler menjadi pengalaman yang paling berkesan karena memberikan kesempatan belajar secara aktif dan menyenangkan. Sementara itu, beberapa murid merasa lebih siap menatap masa depan setelah mendapatkan materi mengenai profil lulusan SMK dan budaya keselamatan kerja.
Dalam pesannya kepada seluruh murid baru, Kepala Sekolah Bina Yunandari mengajak seluruh warga sekolah untuk membangun kerja sama yang kuat antara sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik. Ia berharap seluruh murid dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kompetensi yang baik, serta mampu meraih berbagai prestasi di masa depan.
Melalui pelaksanaan MPLS Ramah 2026, SMKN 1 Karanganyar Purbalingga menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan menyenangkan. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang positif bagi ratusan murid baru untuk memulai perjalanan pendidikan dan mengembangkan potensi terbaik mereka di dunia vokasi.

